
Banda Aceh - Kanim Banda Aceh terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan dengan mengadakan sesi berbagi ilmu atau sharing session yang berfokus pada pemanfaatan Portal Ensiklopedia Imigrasi (Imipedia). Acara ini berlangsung pada Kamis, 30 Oktober 2025, dihadiri langsung oleh Kepala Kantor, para Pejabat Struktural, dan seluruh pegawai, menandai pentingnya inisiatif ini bagi operasional kantor.
Sesi ini dipimpin oleh Muhammad Fauzan, Analis Keimigrasian Ahli Muda pada Kanim Banda Aceh, yang bertindak sebagai pemateri utama. Fauzan secara komprehensif memaparkan cara kerja dan fungsi Imipedia, sebuah chatbot canggih yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. Ia menekankan bagaimana teknologi ini dapat merevolusi cara pegawai mengakses dan memahami regulasi keimigrasian yang kompleks dan seringkali berubah.
Tujuan utama dari sharing session ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh pegawai Kanim Banda Aceh, dari pelaksana hingga pejabat struktural, memiliki kemampuan optimal dalam memanfaatkan Imipedia. Dengan penguasaan alat ini, diharapkan pengambilan keputusan, pemberian saran hukum, dan pelaksanaan tugas harian yang berkaitan dengan perizinan dan pengawasan keimigrasian dapat dilakukan dengan dasar hukum yang kuat dan terbarukan, sehingga meminimalisir kesalahan interpretasi.
Imipedia merupakan inovasi digital unggulan yang didesain untuk menjadi sumber informasi peraturan keimigrasian yang cepat, akurat, dan mudah diakses bagi seluruh insan Imigrasi di seluruh Indonesia. Chatbot ini berfungsi sebagai perpustakaan digital berjalan, yang memungkinkan pegawai mencari dasar hukum, pasal-pasal tertentu, atau bahkan yurisprudensi terkait keimigrasian.
Kakanim Banda Aceh dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pemanfaatan teknologi ini. Beliau menegaskan bahwa di era digital, kompetensi pegawai tidak hanya terletak pada pemahaman substantif, tetapi juga pada adaptasi terhadap inovasi digital yang disediakan oleh instansi.


